Kamis, 19 Juni 2014

TUGAS TULISAN SOFTSKILL KE- 2

PANCASILA SEBAGAI PEMERSATU BANGSA DARI SEGALA KEBERAGAMAN BANGSA

Pancasila adalah pilosofi dasar berbangsa dan bernegara,yang didalamnya terdapat nilai-nilai bersama yang diyakini oleh seluruh rakyat Indonesia,yang dimana nilai-nilai pancasila itu sebenarnya berakar pada semangat kebersamaan sebagai sebuah bangsa yang sangat beragam,yang dimana juga isi dari pancasila yang pertama yaitu “Ketuhanan yang Maha Esa” mewakili semangat kebersamaan suatu bangsa yang tentram,sedangkan kedua sampai ke lima”Kemanusian yang adil dan beradap,Persatuan Indonesia,Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusawaratan perwakilan,Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”merupakan mewakili simpul kebersamaan yang mengikat keberagamam kita.
Dan Pancasila juga merupakan dasar Ideologi dari Negara kita,untuk mewujudkan/ memberikan makna terhadap bangsa,dan juga merupakan pemersatu bangsa, pengikat keberagaman Negara kita,agar selalu rukun antara umat beragama,saling toleransi,saling pikul-memikul sesama warga Indonesia untuk mengatasi semua masalah yang ada di Negara kita baik dari luar maupun dari dalam.
Pancasila juga adalah gagasan ideal yang harus terus-menerus kita dekati dan kita terapkan sehari-hari dalam bermasyarakat maupun bernegara. Pancasila juga sebagai yang mengatur pemerintahan suatu Negara dan juga dasar aturan Negara kita. Yang dimana juga pancasila itu sumber hukum Negara kita atau sumber tertib hukum.
Di dalam isi dari pancasila tersebut mengajarkan tentang masyarakat/warga yang taat terhadap agama agar menjadi warga yang baik dan bermoral,demi menjaga keutuhan Negara kita ini.dan pancasila juga mengajak warga untuk selalu semangat untuk mencapai cita-cita bangsa kita menjadi Negara dan juga masyarakat yang adil dan makmur
Jadi untuk itu sebagai warga Negara yang baik seharusnya kita banyak tahu dan mengerti tentang pancasila dan juga menegerti tentang sejarah bangsa ini,sebab sejarah bangsa ini merupakan hal yang penting yang harus kita jaga dan pertahankan.
Tapi sayangnya banyak pejabat pemerintah yang tidak mengamalkan pancasila.sebab dari lima buah isi dari pancasila yang kelihatannya sederhana,tapi mengandung makna yang dalam.mungkin jika semua warga Negara Indonesia dapat mengamalkan dari isi pancasila tersebut bukan tidak mungkin kita semua akan terhindar dari yang namanya kerusuhan dan korupsi-korupsi yang sedang marak seperti sekarnag ini ,sehingga semua warga Negara Indonesia menjadi aman,tentram,sejahtera sehingga terhidar dari kemiskinan,dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi saja.
Jadi untuk itu semoga warga Negara Indonesia lebih mengamalkan lagi tentang isi dari pancasila, bukan hanya menghafalkannya,termasuk para pejabat Negara,agar aturan dan peraturan Negara itu dapat bejalan sesuai dengan dengan isi pancasila itu tersebut,dan tidak hanya mementingkan pribadi saja,agar tercapai Negara/masyarakat yang adil dan makmur,sehingga bisa tercapai cita-cita bangsa kita untuk yang lebih baik lagi,dan bias bersaing dengan Negara tetangga maupun seluruh dunia,jadi tidak hanya bisa di mamfaatkan Negara lain dan juga diadu domba Negara lain.sehingga menjadi Negara yang kuat dalam bidang apapun……..


TUGAS TULISAN SOFTSKILL

SAATNYA DEMOKRASI DI INDONESIA DITERAPKAN DENGAN BAIK

Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah  pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kalihttp://blog.umy.ac.id/rodes2008/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif
untuk memilih presiden dan wakil presiden  serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004.  Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan sukses.
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan  pemilih.
Demokrasi Indonesia pasca kolonial, kita mendapati peran demokrasi yang makin luas. Di zaman Soekarno, kita mengenal beberapa model demokrasi. Partai-partai Nasionalis, Komunis bahkan Islamis hampir semua mengatakan bahwa demokrasi itu adalah sesuatu yang ideal. Bahkan bagi mereka, demokrasi bukan hanya merupakan sarana, tetapi demokrasi akan mencapai sesuatu yang ideal. Bebas dari penjajahan dan mencapai kemerdekaan adalah tujuan saat itu, yaitu mencapai sebuah demokrasi. Oleh karena itu, orang makin menyukai demokrasi.
Demokrasi yang berjalan di Indonesia saat ini dapat dikatakan  adalah Demokrasi Liberal. Dalam sistem Pemilu mengindikasi sistem demokrasi liberal di Indonesia antara lain sebagai berikut:
1.     Pemilu multi partai yang diikuti oleh sangat banyak partai. Paling sedikit sejak reformasi, Pemilu diikuti oleh 24 partai (Pemilu 2004), paling banyak 48 Partai (Pemilu 1999). Pemilu bebas berdiri sesuka hati, asal memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan KPU. Kalau semua partai diijinkan ikut Pemilu, bisa muncul ratusan sampai ribuan partai.
2.     Pemilu selain memilih anggota dewan (DPR/DPRD), juga memilih anggota DPD (senat). Selain anggota DPD ini nyaris tidak ada guna dan kerjanya, hal itu juga mencontoh sistem di Amerika yang mengenal kedudukan para anggota senat (senator).
3.     Pemilihan Presiden secara langsung sejak 2004. Bukan hanya sosok presiden, tetapi juga wakil presidennya. Untuk Pilpres ini, mekanisme nyaris serupa dengan pemilu partai, hanya obyek yang dipilih berupa pasangan calon. Kadang, kalau dalam sekali Pilpres tidak diperoleh pemenang mutlak, dilakukan pemilu putaran kedua, untuk mendapatkan legitimasi suara yang kuat.
4.    Pemilihan pejabat-pejabat birokrasi secara langsung (Pilkada), yaitu pilkada gubernur, walikota, dan bupati. Lagi-lagi polanya persis seperti pemilu Partai atau pemilu Presiden. Hanya sosok yang dipilih dan level jabatannya berbeda. Disana ada penjaringan calon, kampanye, proses pemilihan, dsb.
5.    Adanya badan khusus penyelenggara Pemilu, yaitu KPU sebagai panitia, dan Panwaslu sebagai pengawas proses pemilu. Belum lagi tim pengamat independen yang dibentuk secara swadaya. Disini dibutuhkan birokrasi tersendiri untuk menyelenggarakan Pemilu, meskipun pada dasarnya birokrasi itu masih bergantung kepada Pemerintah juga.
6.    Adanya lembaga surve, lembaga pooling, lembaga riset, dll. yang aktif melakukan riset seputar perilaku pemilih atau calon pemilih dalam Pemilu. Termasuk adanya media-media yang aktif melakukan pemantauan proses pemilu, pra pelaksanaan, saat pelaksanaan, maupun paca pelaksanaan.
7.     Demokrasi di Indonesia amat sangat membutuhkan modal (duit). Banyak sekali biaya yang dibutuhkan untuk memenangkan Pemilu. Konsekuensinya, pihak-pihak yang berkantong tebal, mereka lebih berpeluang memenangkan Pemilu, daripada orang-orang idealis, tetapi miskin harta.Akhirnya, hitam-putihnya politik tergantung kepada tebal-tipisnya kantong para politisi.
Semua ini dan indikasi-indikasi lainnya telah terlembagakan secara kuat dengan payung UU Politik yang direvisi setiap 5 tahunan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem demikian telah menjadi realitas politik legal dan memiliki posisi sangat kuat dalam kehidupan politik nasional.
Pesta demokrasi yang kita gelar setiap 5 tahun ini haruslah memiliki visi kedepan yang jelas untuk membawa perubahan yang fundamental bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini, baik dari segi perekonomian, pertahanan, dan persaiangan tingkat global. Oleh karena itu, sinkronisasi antara demokrasi dengan pembangunan nasional haruslah sejalan bukan malah sebaliknya demokrasi yang ditegakkan hanya merupakan untuk pemenuhan  kepentingan partai dan sekelompok tertentu saja.

Jadi, demokrasi yang kita terapkan sekarang haruslah mengacu pada sendi-sendi bangsa Indonesia yang berdasarkan filsafah bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Selasa, 10 Juni 2014

TUGAS BAHASA INGGRIS BISNIS 2 KE 3

SOMETHING WE SHOULD OR SHOULDN’T DO AND CAN OR CAN’T DO IN THE PLACE

Ø  at  Library
a.    You  are  supposed  to read  book for the exam tomorrow.
b.    You aren't expected to read comic’s in the library.
c.    We  are  allowed  to  borrow  book  in  here. (library)
d.    You aren't  allowed to  eat  in the library.

Ø  at Tram
a.    You  are  supposed  to  buy  ticket  early if  you don’t want to queue.
b.    b.   You aren’t expected to sit on the tram if   other  passengers  who are pregnant  standing.
c.    You are  allowed to  enjoy  the  trip  quickly  on the tram.
d.    You are  aren’t  allowed  to ride the tram if you don’t buy a ticket

Ø  at Museum
a.    You are  supposed  to  be  careful  in  here.
b.    You aren’t expected to be Noisy in here.
c.    You are  allowed  to take  picture in here.
d.    You aren’t allowed  to  take  stuff  in  here.

Ø  at Restaurant
a.    You are  supposed  to be  friendly to the waiter.
b.    You aren’t expected to blame the food in this restaurant.
c.    You  are  allowed  to  request your order.
d.    You aren’t allowed to  go before  paying  this  food.

Ø  at   Classroom
a.    You are supposed to come early if you don’t want to be late in the class.
b.    You aren’t expected to homework in  the class.
c.    You  are  allowed  to  ask if  you don’t understand the teacher.
d.    You aren’t allowed to  leave the classroom without permission.


Selasa, 22 April 2014

TUGAS BHS INGGRIS BISNIS 2

I.                   In the following sentences supply the articles (a, an or the) if they are necessary. If no article is necessary, write Ø.

1.      Jason’s father bought him  a  bicycle that he had wanted for his birthday.
2.      The  Statue of Liberty was a gift of friendship from Ø France to Ø  United States.
3.      Rita is studying  an English and a math this semester.
4.      The judged asked a witness to tell the truth.
5.      Please give me a cup of Ø coffee with Ø cream and a sugar.
6.      The  big books on the  table are for my history class.
7.      When you go to the store, please buy a bottle of  Ø chocolate milk and a dozen oranges.
8.      There are only the  seats left for a tonight’s musical at the University.
9.      John and Mercy went to Ø school yesterday and then studied in the library before returning home.
10.  What did you eat for the breakfast this morning?
11.  Rita plays a violin and her sister plays a guitar.
12.  While we were in Ø Alaska, we saw the Eskimo village.
13.  A chair that you are sitting is broken.
14.  On our trip to Ø Spain, we crossed the  Atlantic Ocean.
15.  Phil cannot go to the movies tonight because he has to write an essay.

II.                Fill in the blanks with the appropriate form of other.

1.      This pen isn’t working. Please give me another one
2.      If you’re still thirsty, I’ll make  other  pot of coffee.
3.      This dictionary has a page missing. Please give me the others
4.      He doesn’t need those books. He needs the other
5.      There are thirty people in the room. Twenty are from Latin America and the others  sare from other  countries.
6.      Six people are in the store. Two were buying meat. The other was looking at magazines. The others one  was eating a candy bar. The other one were walking around looking for more food.
7.      This glass of milk is sour. Others glass of milk is sour too.
8.      The army was practicing its drills. One group was doing artillery practice. Other  was marching; another  was at attention; and  the other was practicing combat tactics.
9.      There are seven students from Japan. The other are from Iran, and  another are from the other places.
10.  We looked at cars today. The first two we far too expensive, but the other ones were reasonably priced.

Jumat, 14 Maret 2014

TUGAS BHS INGGRIS BISNIS 2

                    
Personal description



hello ... how are you all ...????
My Name is Tumpak Naibaho, my daily work is the studied, I studied at University Gunadarma Depok, I'm there again majored in accounting, I live in East Jakarta, Jl. Pondok Baru II

My motivation to go to college is to become a high educated person in line to follow the changing times, and my motivation also choose accounting majors because I wanted to be a public accountant who is reliable and also have qualified skills.

besides that I also see graduates or graduates from this course more calculated to work in a company because more resources are needed, so the greater the likelihood of accounting graduates will be easier to get a job

and the same target after graduation I want to get a job is certainly that could help and happy parents and my brothers , and also can be more useful  for  the national

so for that I will be working harder to accomplish all of that , so that later I succeed in the future to come , in order to avoid the world of unemployment

but for all that I also never forget to always pray to Allah that all my dreams can be realized without the need to violate any norms , and to keep it in its protection to drive me to the dream or the peak of the career I want

and I also never forget to always ask for the blessing of my Parents every I set foot wherever I go, so that always prayer and blessing of my Parents guided me toward my dreams.
Thank you

Sabtu, 04 Januari 2014

TUGAS AKHIR BAHASA INDONESIA


PROPOSAL PENGAJUAN PENULISAN ILMIAH

PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT



Disusun Oleh :

Nama : Tumpak Naibaho
NPM : 27211198
Kelas : 3EB06
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014
Dengan Hormat,

Dengan ini saya :

Nama : Tumpak Naibaho
NPM : 27211198
Kelas : 3EB06
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
IPK : 3,00



bermaksud mengajukan proposal penulisan skripsi.

Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan skripsi saya sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal penulisan skripsi saya ini disetujui.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan proposal penulisan skripsi yang berjudul :
”PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT .
Demikian surat pengajuan proposal skripsi ini saya buat. Atas perhatian dan kebijaksanaan Ibu, saya ucapkan terima kasih.

a. Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha menjadi bertambah ketat. Banyak badan usaha yang membangun usaha kecil menengah yang memerlukan modal, atau industri kecil yang sedang berkembang memerlukan modal tambahan untuk memepertahankan kelangsungan usahanya ditengah persaingan perekonomian yang semakin marak. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern), kegiatan usaha pun kadang kala mengalami keadaan pasang surut seiring dengan terpaan persaingan
Untuk mendapatkan modal tambahan banyak cara yang bisa dilakukan oleh badan usaha, misalnya mengajukan pinjaman kredit kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian juga sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta memperlancar arus kegiatan dibidang ekonomi dan moneter. Bank juga mempunyai tujuan sama dengan perusahaan lainnya yaitu memperoleh keuntungan yang sebagian besar diperoleh dari aktivitas kredit. Perkreditan yang merupakan kegiatan pokok perbankan, merupakan sarana penyaluran dana bank yang ditanamkan oleh pihak ketiga dengan persetujuan tertentu dalam bentuk besarnya pinjaman pokok yang diberikan, tingkan bunga pertahun dan jangka waktu pelunasannya.
Penggunaan kredit tidak selalu seperti yang diharapkan, terbatasnya dana yang tersedia dibanding dengan jumlah permintaan kredit merupakan masalah yang dihadapi perbankan dewasa ini. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian bagi bank. Oleh karena itu manajer bank harus mengadakan seleksi terhadap permohonan kredit. Hal-hal tersebut dapat dihindari sistem informasi akuntansi yang memadai dalam pemberian kredit diharapkan dapat menjamin bahwa dalam pelaksanaan pemberian kredit dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya kesalahan yang dapat merugikan bank dan dapat mencegah terjadinya pemberian kredit yang tidak sehat. Bank juga memerlukan adanya suatu pengendalian guna tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat preventif dan pengendalian represif. Untuk mencapai tujuan tersebut bank memerlukan sistem informasi yang baik sehingga kredit tersebut tidak bermasalah.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: ”Penerapan Sistem informasi Akuntansi pada Sistem Pengajuan dan Persetujuan Kredit pada PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT

b. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka penulis mencoba menyimpulkan rumusan masalah yang dapat mengarahkan penyelesaian penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana proses pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
2. Bagaimana sistem dan penerapan akuntansi pada pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?

c. Batasan Masalah
Guna membatasi luasnya penjabaran dan pembahasan, dikarenakan luasnya ruang lingkup bahasan tentang penerapan sistem informasi akuntansi dan persetujuan kredit ini, maka penulis membatasi masalah pada peranan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredti pada Bank Buson Jansurya PT.Bank Perkreditan Rakyat cabang pal.

d. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
2. Penulis berharap agar penulisan ini dapat menambah pengetahuan tentang penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
e. Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem keputusan pemberian kredit usaha kecil dan menengah . Objek penelitian adalah pada Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya , Pal
Didalam melakukan penelitian ini, penulis berusaha mendapatkan data yang dapat mendukung tercapainya penelitian ini yang sesuai dengan materi yang akan dibahas. Agar mendapatkan data yang dibutuhkan dengan lengkap, di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
berupa data primer yaitu, melalui observasi langsung ke lapangan dengan dengan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten ataupun memperoleh langsung data-data relevan yang ada di perusahaan.
2. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu dengan cara mencari referensi dari buku-buku serta literature yang berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan teori.

f. Tinjauan Pustaka

Definisi Bank

Menurut undang undang pokok perbankan nomor 14 tahun 1967, didefinisikan sebagai lembaga keungan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Istilah bank berasal dari bahasa itali, banca yang berarti meja yang dipergunakan untuk para penukar uang dipasar. Pada dasarnya bank merupakan tempat penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit dan juga perantara didalam lalu lintas pembayaran.
Berdasarkan SK menteri keuangan RI nomor 792 tahun 1990, pengertian bank adalah “bank merupakan suatu badan yang kegiatannya dibidang keuangan melakukan penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan”.

Pada standar akuntansi keuangan nomor 31(1999:31.1), bank adalah suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antar pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dan pihak-pihak yang membutuhkan yang memerlukan dana serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.
Dari beberapa definisi tentang bank, diatas dapat disimpulkan, bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat sehingga dapat menyalurkan dana tersebut kepada pihak yang lebih membutuhkan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, serta sebagai tempat penyimpanan uang yang dirasa aman, dan juga sebagai perantara didalam lalu lintas pembayaran dan keuangan.

Pengertian Bank Prekreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat, adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersa¬makan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha Bank Perkreditan Rakyat. Status Bank Perkreditan Rakyat diberikan kepada Bank Desa, Lumbung Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Definisi Kredit
Istilah kredit berasal dari bahasa yunani (credere) yang berarti kepercayaan (truth atau faith). Oleh karena itu dasar dari kredit ialah kepercayaan. Kredit atau pembiayan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya dapat diukur dengan uang, misalnya bank mempunyai kredit untuk pembelian rumah atau mobil. Kemudian dengan adanya kesepakatan dengan bank (kreditur) dengan nasabah (debitur), dengan perjanjian yang telah dibuat mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu dan bunga yang ditetapkan bersama.

Fungsi Kredit
1. Meningkatnya daya guna uang.
2. Meningkatnya peredran dan lalu lintas uang.
3. Meningkakan daya guna dan peredaran barang.
4. Sebagai salah satu alat stabilitasi ekonomi.
5. Meningkatkan kegairahan berusaha.
6. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
7. Meningkatkan hubungan internasional.

Unsur-unsur Kredit
Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas kepercayaan, sehingga dengan demikian pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan. Dapat disimpulkan unsur yang terdapat dalam kredit adalah:
1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan dalam bentuk uang, barang atau jasa, akan diterima kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
2. Tenggang Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang.
3. Degree of risk, yaitu resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang. Semakin panjang waktu kerdit maka semakin besar juga resikonya
4. Prestesi, atau objek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang tapi juga berbentuk barang atau jasa, namum pada kehidupan ekonomi sekarang ini lebih banyak uang yang sering dipergunakan.
Prinsip-prnsip Pemberian Kredit
Prinsip pemberian kredit dengan analisis dengan 6C kredit dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Character, adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit akan benar-benar dapat dipercaya.
b. Capacity (Capability), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis, serta kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuan dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.
c. Capital, adalah cara untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.
d. Colleteral, merupakan jaminan yang diberikan calon naabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi kredit yang diberikan dan diteliti keabsahannya sebagai pelindung bank dari resiko kerugian.
e. Condition, dalam menilai kredit hendaknya juga melihat kondisi keadaan ekonomi sekarang dan untuk dimasa depan sesuai sektor masing-masing.
f. Cash flow, dalam menilai kredit dilihat juga apakah kondisi keuangan debitur memadai untuk dapat melakukan angsuran sebagai tanggung jawab untuk menulasi kredit yang dipinjam.
Penilaian dengan 7P adalah sebagai berikut :
a Personality, yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup, sikap, emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah. Personality hampir sama dengan character pada 6C.
b Party, yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Karena pemberian kredit untuk pengusaha modal besar dengan pengusaha modal kecil sangat berbeda.
c Purpose, yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kerdit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.
d Prospect, yaitu unuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak, karena akan mempengaruhi tingkat kerugian nasabah itu sendri maupun bank.
e Payment, merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang diambil atau dari sumber mana saja dan untuk mengembalikan kerdit yang diperolehnya, karena semakin banyak sumber penghasilan debitur maka semakin baik.
f Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba, dapat diukur dari periode ke peride apa tetap sama atau akan meningkat.
g Pretection, tujuannya adala bagaiman mendapat kredit yang dikucurkan oleh bank namun malalui suatu perlindungan yang dapat berupa jaminan barang atau jaminan asuransi.
Prisip 3R, yaitu :
a Returns, yaitu kemampuan keberhasilan dari kredit yang diberikan.
b Repayment, yaitu kemampuan mengembalikan kreidt.
c Risk, yaitu kemampuan peminjam dalam menanggung resiko ketidakmampuan mengembalikan kreditnya.

Jenis-jenis Kredit
1. Dari segi tujuan pengguanannya maka jenis kredit dapat digolongkan menjadi sebagai berikut :
a. Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan oleh bank pemerintah atau bank swasta kepada perorangan untuk membiayai keperluan konsumsi sehari-hari.
b. Kredit produktif, yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan modal tetap yaitu peralatan produksi, gedung dan mesin-mesin atau untuk membiayai rehabilitasi dan ekspansi
c. Perpaduan antar kredit konsumtif dan kredit produktif (semi konsumtif dan semi produktif)
1. Dari segi besar kecinya aktivitas perputaran usaha yaitu melihat dinamika, sektor yang digeluti, aset yang dimiliki. Maka jenis kreidt dikelompokan menjadi :
a. Kredit kecil, yaitu kredit yang deberikan kepada pengusaha yang digolongkan sebagai pengusaha kecil.
b. Kredit menengah, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya lebih besar dari pengusaha kecil.
c. Kredit besar, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya lebih besar dari pengusaha menengah.
2. Dari segi waktunya, kredit dikelompokan menjadi :
a. Kredit jangka pendek (short term loan), yaitu kredit yang berjangaka waktu maksimum 1 tahun. Bentuknya dapat berupa kredit koran, kredit penjualan, kredit pembeli, kreidt wesel.
b. Kredit jangka menengah (medium term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun.
c. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari 3 tahun.

Pelaksanaan Sistem Informai Akuntansi dalam Pemberian Kredit
Sistem informasi akuntansi dikatakan memadai jika didalamnya terkandung hal-hal sebagai berikut
1) Dipenuhinya karakteristik sistem informasi akuntansi, diantaranya :
a) usefullness
b) economy
c) reability
d) cusrumer service
e) capacity
f) simplicity
g) flexibility

2) Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi yang ada, diantaranya :
a) sumber daya manusia
b) alat-alat yang digunakan seperti: formulir, catatan, laporan, komputer

Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit pada PT.BPR Buson Jansurya
1) Tahap Pemohonan Kredit
a) Pembukaan Rekening
b) Pengisian Formulir Aplikasi Kredit
2) Tahap Penyidikan dan Analisis Kredit
a) Wawancara dengan calon debitur
b) Pengumpulan data intern dan ekstern
c) Penyidikan atas kebenaran dan kewajiban hal-hal mengenai calon nasabah
d) Analisis kelayakan kredit baik kualitatif maupun kuantitatif serta menggunakan prinsip 5C
3) Tahap Keputusan atas Permohonan Kredit
a) Persetujuan komite kredit dilakukan sesuai dengan batas maksimum pemberian kredit (BMPK)
b) Untuk kredit umum persetujuan komite kredit diberikan memorandum credit commitee (MCC), tanpa perlu dibuat surat prisnsip perstujuan kredit (SPPK)
c) Jika kredit disetujui, maka staff kredit dapat mnyampaikan kondisi fasilitas tersebut pada calon debitur
d) Jika kredit tidak disetujui, maka staff kredit membuat surat pemberitahuan penolakan pada calon debitur
4) Tahap Pencairan Fasilitas Kredit, perincian pembayaran pinjaman didistribusikan
a) rangkap pertama untuk arsip pada master file
b) rangkap kedua untuk bukti transaksi bagian atau unit administrasi kredit
c) rangkap ketiga untuk file atas nama nasabah sebagai bukti perincian pembayaran pinjaman yang diterima di bagian pembukuan.
5) Tahap Pelunasan Fasilitas Kredit
Dalam prosedur ini bank melakukan semua perhitungan atas kewajiban debitur sampai tanggal penyelesaian kredit.




Beberapa contoh simbol dalam pembuatan bagan aliran dokumen
Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, yang merupakan formulir yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Nama dokumen dicantumkan ditengah simbol.
Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akuntansi yang digunakan untuk
mencatat data yang direkam sebelumnya di dalam dokumen atau formulir.

Penghubung pada halaman yang sama (on page connector).
Penghubung pada halaman yang berbeda (off page connector).
Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual. Uaraian singkat kegiatan manual dicantumkan di dalam simbol.
Arsip sementara. Simbol ini digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan dokumen. Arsip sementara adalah tempat penyimpanan dokumen yang dokumennya akan diambil kembali dari arsip tersebut di masa yang akan datang untuk pengolahan lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Digunakan simbol :
A = menurut abjad
N = menurut nomor urut
T = menurut kronologis, menurut tanggal

Arsip permanen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip permanen yang merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam sistem akuntansi yang bersangkutan.
On line computer process. Simbol ini menggambarrkan pengolahan data dengan komputer secara on-line.
Mulai/berakhir (terminal). Simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan akhir sebuah sistem akuntansi.