PROPOSAL PENGAJUAN PENULISAN ILMIAH
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN
PERSETUJUAN KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT
Disusun Oleh :
Nama : Tumpak Naibaho
NPM : 27211198
Kelas : 3EB06
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013/2014
Dengan Hormat,
Dengan ini saya :
Nama : Tumpak Naibaho
NPM : 27211198
Kelas : 3EB06
Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi
IPK : 3,00
bermaksud mengajukan
proposal penulisan skripsi.
Saya menyatakan bersedia dan sanggup menyelesaikan skripsi saya sesuai dengan
peraturan yang ditetapkan oleh pihak Universitas Gunadarma apabila proposal
penulisan skripsi saya ini disetujui.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan proposal penulisan skripsi yang
berjudul :
”PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGAJUAN DAN PERSETUJUAN
KREDIT PADA PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT .
Demikian surat pengajuan proposal skripsi ini saya buat. Atas perhatian dan
kebijaksanaan Ibu, saya ucapkan terima kasih.
a. Latar Belakang
Dalam era globalisasi sekarang ini menyebabkan persaingan dalam dunia usaha
menjadi bertambah ketat. Banyak badan usaha yang membangun usaha kecil menengah
yang memerlukan modal, atau industri kecil yang sedang berkembang memerlukan
modal tambahan untuk memepertahankan kelangsungan usahanya ditengah persaingan
perekonomian yang semakin marak. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan
yang penting dan harus diusahakan oleh semua jenis usaha yaitu mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu yang lama (going concern),
kegiatan usaha pun kadang kala mengalami keadaan pasang surut seiring dengan
terpaan persaingan
Untuk mendapatkan modal tambahan banyak cara yang bisa dilakukan oleh badan
usaha, misalnya mengajukan pinjaman kredit kepada bank atau lembaga keuangan
lainnya. Perbankan merupakan salah satu unsur pengembangan perekonomian juga
sebagai lembaga yang berkewajiban turut serta memperlancar arus kegiatan
dibidang ekonomi dan moneter. Bank juga mempunyai tujuan sama dengan perusahaan
lainnya yaitu memperoleh keuntungan yang sebagian besar diperoleh dari
aktivitas kredit. Perkreditan yang merupakan kegiatan pokok perbankan,
merupakan sarana penyaluran dana bank yang ditanamkan oleh pihak ketiga dengan
persetujuan tertentu dalam bentuk besarnya pinjaman pokok yang diberikan,
tingkan bunga pertahun dan jangka waktu pelunasannya.
Penggunaan kredit tidak selalu seperti yang diharapkan, terbatasnya dana yang
tersedia dibanding dengan jumlah permintaan kredit merupakan masalah yang
dihadapi perbankan dewasa ini. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan kerugian
bagi bank. Oleh karena itu manajer bank harus mengadakan seleksi terhadap
permohonan kredit. Hal-hal tersebut dapat dihindari sistem informasi akuntansi
yang memadai dalam pemberian kredit diharapkan dapat menjamin bahwa dalam
pelaksanaan pemberian kredit dapat terkendali dan mampu mencegah terjadinya
kesalahan yang dapat merugikan bank dan dapat mencegah terjadinya pemberian
kredit yang tidak sehat. Bank juga memerlukan adanya suatu pengendalian guna
tercapainya tujuan perusahaan secara menyeluruh. Pengendalian ini bersifat
preventif dan pengendalian represif. Untuk mencapai tujuan tersebut bank
memerlukan sistem informasi yang baik sehingga kredit tersebut tidak
bermasalah.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul: ”Penerapan Sistem informasi Akuntansi pada Sistem Pengajuan dan
Persetujuan Kredit pada PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT
b. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, maka penulis
mencoba menyimpulkan rumusan masalah yang dapat mengarahkan penyelesaian
penelitian ini, yaitu:
1. Bagaimana proses pengajuan dan persetujuan kredit pada PT. Bank Perkreditan
Rakyat Buson Jansurya ?
2. Bagaimana sistem dan penerapan akuntansi pada pengajuan dan persetujuan
kredit pada PT. Bank Perkreditan Rakyat Buson Jansurya ?
c. Batasan Masalah
Guna membatasi luasnya penjabaran dan pembahasan, dikarenakan luasnya ruang
lingkup bahasan tentang penerapan sistem informasi akuntansi dan persetujuan
kredit ini, maka penulis membatasi masalah pada peranan sistem informasi
akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan kredti pada Bank Buson Jansurya
PT.Bank Perkreditan Rakyat cabang pal.
d. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimana
penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan
kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
2. Penulis berharap agar penulisan ini dapat menambah pengetahuan tentang
penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem pengajuan dan persetujuan
kredit pada Bank Perkreditan Rakyat.
e. Metodelogi Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang menggambarkan
penerapan sistem informasi akuntansi pada sistem keputusan pemberian kredit
usaha kecil dan menengah . Objek penelitian adalah pada Bank Perkreditan Rakyat
Buson Jansurya , Pal
Didalam melakukan penelitian ini, penulis berusaha mendapatkan data yang dapat
mendukung tercapainya penelitian ini yang sesuai dengan materi yang akan
dibahas. Agar mendapatkan data yang dibutuhkan dengan lengkap, di dalam
penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1. Penelitian Lapangan (Field Research)
berupa data primer yaitu, melalui observasi langsung ke lapangan dengan dengan
wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkompeten ataupun memperoleh
langsung data-data relevan yang ada di perusahaan.
2. Studi Pustaka (Library Study)
Yaitu dengan cara mencari referensi dari buku-buku serta literature yang
berhubungan dengan pembahasan masalah dan digunakan sebagai landasan
teori.
f. Tinjauan Pustaka
Definisi Bank
Menurut undang undang pokok perbankan nomor 14 tahun 1967, didefinisikan
sebagai lembaga keungan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa
dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Istilah bank berasal dari
bahasa itali, banca yang berarti meja yang dipergunakan untuk para penukar uang
dipasar. Pada dasarnya bank merupakan tempat penitipan atau penyimpanan uang,
pemberi atau penyalur kredit dan juga perantara didalam lalu lintas pembayaran.
Berdasarkan SK menteri keuangan RI nomor 792 tahun 1990, pengertian bank adalah
“bank merupakan suatu badan yang kegiatannya dibidang keuangan melakukan
penghimpunan dan penyaluran dana kepada masyarakat terutama guna membiayai
investasi perusahaan”.
Pada standar akuntansi keuangan nomor 31(1999:31.1), bank adalah suatu lembaga
yang berperan sebagai perantara keuangan antar pihak-pihak yang memiliki
kelebihan dana dan pihak-pihak yang membutuhkan yang memerlukan dana serta
sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran.
Dari beberapa definisi tentang bank, diatas dapat disimpulkan, bahwa bank
adalah suatu lembaga keuangan yang berfungsi untuk menghimpun dana dari
masyarakat sehingga dapat menyalurkan dana tersebut kepada pihak yang lebih
membutuhkan dengan ketentuan dan aturan yang berlaku, serta sebagai tempat
penyimpanan uang yang dirasa aman, dan juga sebagai perantara didalam lalu
lintas pembayaran dan keuangan.
Pengertian Bank Prekreditan Rakyat
Bank Perkreditan Rakyat, adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan
hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang
dipersa¬makan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha Bank Perkreditan
Rakyat. Status Bank Perkreditan Rakyat diberikan kepada Bank Desa, Lumbung
Desa, Bank Pasar, Bank Pegawai, Lumbung Pitih Nagari (LPN), Lembaga Perkreditan
Desa (LPD), Badan Kredit Desa (BKD), Badan Kredit Kecamatan (BKK), Kredit Usaha
Rakyat Kecil (KURK), Lembaga Perkreditan Kecamatan (LPK), Bank Karya Produksi
Desa (BKPD), dan/atau lembaga-lembaga lainnya yang dipersamakan dengan itu
berdasarkan UU Perbankan Nomor 7 Tahun 1992 dengan memenuhi persyaratan
tatacara yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.
Definisi Kredit
Istilah kredit berasal dari bahasa yunani (credere) yang berarti kepercayaan
(truth atau faith). Oleh karena itu dasar dari kredit ialah kepercayaan. Kredit
atau pembiayan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya dapat diukur dengan
uang, misalnya bank mempunyai kredit untuk pembelian rumah atau mobil. Kemudian
dengan adanya kesepakatan dengan bank (kreditur) dengan nasabah (debitur),
dengan perjanjian yang telah dibuat mencakup hak dan kewajiban masing-masing
pihak, termasuk jangka waktu dan bunga yang ditetapkan bersama.
Fungsi Kredit
1. Meningkatnya daya guna uang.
2. Meningkatnya peredran dan lalu lintas uang.
3. Meningkakan daya guna dan peredaran barang.
4. Sebagai salah satu alat stabilitasi ekonomi.
5. Meningkatkan kegairahan berusaha.
6. Meningkatkan pemerataan pendapatan.
7. Meningkatkan hubungan internasional.
Unsur-unsur Kredit
Kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit didasarkan atas kepercayaan,
sehingga dengan demikian pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan.
Dapat disimpulkan unsur yang terdapat dalam kredit adalah:
1. Kepercayaan, yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang
diberikan dalam bentuk uang, barang atau jasa, akan diterima kembali dalam
jangka waktu tertentu di masa yang akan datang.
2. Tenggang Waktu, yaitu suatu masa yang memisahkan antara pemberian prestasi
dengan kontraprestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang.
3. Degree of risk, yaitu resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya
jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi
yang akan diterima pada masa yang akan datang. Semakin panjang waktu kerdit
maka semakin besar juga resikonya
4. Prestesi, atau objek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang tapi
juga berbentuk barang atau jasa, namum pada kehidupan ekonomi sekarang ini
lebih banyak uang yang sering dipergunakan.
Prinsip-prnsip Pemberian Kredit
Prinsip pemberian kredit dengan analisis dengan 6C kredit dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. Character, adalah sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur.
Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan bahwa, sifat atau watak dari
orang-orang yang akan diberikan kredit akan benar-benar dapat dipercaya.
b. Capacity (Capability), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar
kredit yang dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis, serta
kemampuannya mencari laba. Sehingga pada akhirnya akan terlihat kemampuan dalam
mengembalikan kredit yang disalurkan.
c. Capital, adalah cara untuk mengetahui sumber-sumber pembiayaan yang dimiliki
nasabah terhadap usaha yang akan dibiayai oleh bank.
d. Colleteral, merupakan jaminan yang diberikan calon naabah baik yang bersifat
fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi kredit yang diberikan dan
diteliti keabsahannya sebagai pelindung bank dari resiko kerugian.
e. Condition, dalam menilai kredit hendaknya juga melihat kondisi keadaan
ekonomi sekarang dan untuk dimasa depan sesuai sektor masing-masing.
f. Cash flow, dalam menilai kredit dilihat juga apakah kondisi keuangan debitur
memadai untuk dapat melakukan angsuran sebagai tanggung jawab untuk menulasi
kredit yang dipinjam.
Penilaian dengan 7P adalah sebagai berikut :
a Personality, yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah
lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup, sikap,
emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah.
Personality hampir sama dengan character pada 6C.
b Party, yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau
golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya.
Karena pemberian kredit untuk pengusaha modal besar dengan pengusaha modal
kecil sangat berbeda.
c Purpose, yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kerdit,
termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.
d Prospect, yaitu unuk menilai usaha nasabah dimasa yang akan datang apakah
menguntungkan atau tidak, karena akan mempengaruhi tingkat kerugian nasabah itu
sendri maupun bank.
e Payment, merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang
diambil atau dari sumber mana saja dan untuk mengembalikan kerdit yang
diperolehnya, karena semakin banyak sumber penghasilan debitur maka semakin
baik.
f Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari
laba, dapat diukur dari periode ke peride apa tetap sama atau akan meningkat.
g Pretection, tujuannya adala bagaiman mendapat kredit yang dikucurkan oleh
bank namun malalui suatu perlindungan yang dapat berupa jaminan barang atau
jaminan asuransi.
Prisip 3R, yaitu :
a Returns, yaitu kemampuan keberhasilan dari kredit yang diberikan.
b Repayment, yaitu kemampuan mengembalikan kreidt.
c Risk, yaitu kemampuan peminjam dalam menanggung resiko ketidakmampuan
mengembalikan kreditnya.
Jenis-jenis Kredit
1. Dari segi tujuan pengguanannya maka jenis kredit dapat digolongkan menjadi
sebagai berikut :
a. Kredit konsumtif, yaitu kredit yang diberikan oleh bank pemerintah atau bank
swasta kepada perorangan untuk membiayai keperluan konsumsi sehari-hari.
b. Kredit produktif, yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan modal tetap
yaitu peralatan produksi, gedung dan mesin-mesin atau untuk membiayai
rehabilitasi dan ekspansi
c. Perpaduan antar kredit konsumtif dan kredit produktif (semi konsumtif dan
semi produktif)
1. Dari segi besar kecinya aktivitas perputaran usaha yaitu melihat dinamika,
sektor yang digeluti, aset yang dimiliki. Maka jenis kreidt dikelompokan
menjadi :
a. Kredit kecil, yaitu kredit yang deberikan kepada pengusaha yang digolongkan
sebagai pengusaha kecil.
b. Kredit menengah, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya
lebih besar dari pengusaha kecil.
c. Kredit besar, yaitu kredit yang diberikan kepada pengusaha yang asetnya
lebih besar dari pengusaha menengah.
2. Dari segi waktunya, kredit dikelompokan menjadi :
a. Kredit jangka pendek (short term loan), yaitu kredit yang berjangaka waktu
maksimum 1 tahun. Bentuknya dapat berupa kredit koran, kredit penjualan, kredit
pembeli, kreidt wesel.
b. Kredit jangka menengah (medium term loan), yaitu kredit yang berjangka waktu
antara 1 tahun sampai 3 tahun.
c. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang berjangka waktu lebih dari 3 tahun.
Pelaksanaan Sistem Informai Akuntansi dalam Pemberian Kredit
Sistem informasi akuntansi dikatakan memadai jika didalamnya terkandung hal-hal
sebagai berikut
1) Dipenuhinya karakteristik sistem informasi akuntansi, diantaranya :
a) usefullness
b) economy
c) reability
d) cusrumer service
e) capacity
f) simplicity
g) flexibility
2) Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi yang ada, diantaranya :
a) sumber daya manusia
b) alat-alat yang digunakan seperti: formulir, catatan, laporan, komputer
Pelaksanaan Prosedur Pemberian Kredit pada PT.BPR Buson Jansurya
1) Tahap Pemohonan Kredit
a) Pembukaan Rekening
b) Pengisian Formulir Aplikasi Kredit
2) Tahap Penyidikan dan Analisis Kredit
a) Wawancara dengan calon debitur
b) Pengumpulan data intern dan ekstern
c) Penyidikan atas kebenaran dan kewajiban hal-hal mengenai calon nasabah
d) Analisis kelayakan kredit baik kualitatif maupun kuantitatif serta
menggunakan prinsip 5C
3) Tahap Keputusan atas Permohonan Kredit
a) Persetujuan komite kredit dilakukan sesuai dengan batas maksimum pemberian
kredit (BMPK)
b) Untuk kredit umum persetujuan komite kredit diberikan memorandum credit
commitee (MCC), tanpa perlu dibuat surat prisnsip perstujuan kredit (SPPK)
c) Jika kredit disetujui, maka staff kredit dapat mnyampaikan kondisi fasilitas
tersebut pada calon debitur
d) Jika kredit tidak disetujui, maka staff kredit membuat surat pemberitahuan
penolakan pada calon debitur
4) Tahap Pencairan Fasilitas Kredit, perincian pembayaran pinjaman
didistribusikan
a) rangkap pertama untuk arsip pada master file
b) rangkap kedua untuk bukti transaksi bagian atau unit administrasi kredit
c) rangkap ketiga untuk file atas nama nasabah sebagai bukti perincian
pembayaran pinjaman yang diterima di bagian pembukuan.
5) Tahap Pelunasan Fasilitas Kredit
Dalam prosedur ini bank melakukan semua perhitungan atas kewajiban debitur
sampai tanggal penyelesaian kredit.
Beberapa contoh simbol dalam pembuatan bagan aliran dokumen
Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, yang
merupakan formulir yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Nama
dokumen dicantumkan ditengah simbol.
Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akuntansi yang
digunakan untuk
mencatat data yang
direkam sebelumnya di dalam dokumen atau formulir.
Penghubung pada halaman yang sama (on page connector).
Penghubung pada halaman yang berbeda (off page connector).
Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual.
Uaraian singkat kegiatan manual dicantumkan di dalam simbol.
Arsip sementara. Simbol ini digunakan untuk menunjukkan tempat penyimpanan
dokumen. Arsip sementara adalah tempat penyimpanan dokumen yang dokumennya akan
diambil kembali dari arsip tersebut di masa yang akan datang untuk pengolahan
lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Digunakan simbol :
A = menurut abjad
N = menurut nomor urut
T = menurut kronologis, menurut tanggal
Arsip permanen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip permanen yang
merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam sistem
akuntansi yang bersangkutan.
On line computer process. Simbol ini menggambarrkan pengolahan data dengan
komputer secara on-line.
Mulai/berakhir (terminal). Simbol ini digunakan untuk menggambarkan awal dan
akhir sebuah sistem akuntansi.