Jumat, 23 Maret 2012

TUGAS PEREKONOMIAN INDONESIA 1 & 2

Nama :Tumpak Naibaho
Kelas : 1EB04
NPM : 27211198

Perkembangan sistem ekonomi sebelum orde baru
Sejarah Ekonomi Indonesia
Indonesia terletak di posisi geografis antara benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua. Salah satu jalan sutra, yaitu jalur sutra laut, ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka ke India. Dari sini ada yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut Merah melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah (Van Leur). Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan daerah-daerah di Barat (kekaisaran Romawi). Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional disebut oleh Van Leur mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh raja-raja dalam perdagangan itu sangat besar. Misalnya di masa Sriwijaya, saat perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat dan Eropa, mencapai zaman keemasannya. Raja-raja dan para bangsawan mendapatkan kekayaannya dari berbagai upeti dan pajak. Tak ada proteksi terhadap jenis produk tertentu, karena mereka justru diuntungkan oleh banyaknya kapal yang “mampir”.
Kejayaan suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan per tahun, dan ramainya pelabuhan.Hal itu disebabkan, kekuasaan dan kekayaan kerajaan-kerajaan di Sumatera bersumber dari perniagaan, sedangkan di Jawa, kedua hal itu bersumber dari pertanian dan perniagaan. Di masa pra kolonial, pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian Indonesia, bahkan hingga saat ini.
Seusai masa kerajaan-kerajaan Islam, pembabakan perjalanan perekonomian Indonesia dapat dibagi dalam empat masa, yaitu masa sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan masa reformasi.

ORDE LAMA
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
·         Kas negara kosong.
·         Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
·          
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
Ø  Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir.Ø Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
Ø  Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakanØ kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Ø  Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperolehØ kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
Ø  Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947Ø
Ø  Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948Ø >>mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
Ø  Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan denganØ beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan).
Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Masa ini disebut masa liberal, karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal. Perekonomian diserahkan pada pasar sesuai teori-teori mazhab klasik yang menyatakan laissez faire laissez passer. Padahal pengusaha pribumi masih lemah dan belum bisa bersaing dengan pengusaha nonpribumi, terutama pengusaha Cina. Pada akhirnya sistem ini hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang baru merdeka.

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi, antara lain :
a.       Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
b.      Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi serta memberikan kredit pada perusahaan-perusahaan pribumi agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi nasional. Namun usaha ini gagal, karena sifat pengusaha pribumi yang cenderung konsumtif dan tak bisa bersaing dengan pengusaha non-pribumi.
c.       Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
d.      Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi. Pengusaha non-pribumi diwajibkan memberikan latihan-latihan pada pengusaha pribumi, dan pemerintah menyediakan kredit dan lisensi bagi usaha-usaha swasta nasional. Program ini tidak berjalan dengan baik, karena pengusaha pribumi kurang berpengalaman, sehingga hanya dijadikan alat untuk mendapatkan bantuan kredit dari pemerintah.
e.       Pembatalan sepihak atas hasil-hasil KMB, termasuk pembubaran Uni Indonesia-Belanda.
f.       Akibatnya banyak pengusaha Belanda yang menjual perusahaannya sedangkan pengusaha-pengusaha pribumi belum bisa mengambil alih perusahaan-perusahaan tersebut.
Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah). Dengan sistem ini, diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi (Mazhab Sosialisme). Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
a.       Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
b.      Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
c.       Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat. Sekali lagi, ini juga salahsatu konsekuensi dari pilihan menggunakan sistem demokrasi terpimpin yang bisa diartikan bahwa Indonesia berkiblat ke Timur (sosialis) baik dalam politik, eonomi, maupun bidang-bidang lain.
ORDE BARU
Pada awal orde baru, stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi mutlak dibutuhkan, karena pada awal 1966 tingkat inflasi kurang lebih 650 % per tahun.
Setelah melihat pengalaman masa lalu, dimana dalam sistem ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. Ini merupakan praktek dari salahsatu teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Jadi, dalam kondisi-kondisi dan masalah-masalah tertentu, pasar tidak dibiarkan menentukan sendiri. Misalnya dalam penentuan UMR dan perluasan kesempatan kerja. Ini adalah awal era Keynes di Indonesia. Kebijakan-kebijakan pemerintah mulai berkiblat pada teori-teori Keynesian.
Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di segala bidang, tercermin dalam 8 jalur pemerataan : kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi wanita dan generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan. Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita (Pembangunan lima tahun).
Hasilnya, pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan angka kematian bayi, dan industrialisasi yang meningkat pesat. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran lewat KB dan pengaturan usia minimum orang yang akan menikah.
Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam, serta penumpukan utang luar negeri. Disamping itu, pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang adil. Sehingga meskipun berhasil meningkatkan


pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh.
Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.

ORDE REFORMASI

Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal, ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi, antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Malah presiden terlibat skandal Bruneigate yang menjatuhkan kredibilitasnya di mata masyarakat. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati.
Masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri
Masalah-masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum. Kebijakan-kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan-persoalan ekonomi antara lain :
a.       Meminta penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar pada pertemuan Paris Club ke-3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116.3 triliun.
b.      Kebijakan privatisasi BUMN. Privatisasi adalah menjual perusahaan negara di dalam periode krisis dengan tujuan melindungi perusahaan negara dari intervensi kekuatan-kekuatan politik dan mengurangi beban negara. Hasil penjualan itu berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,1 %. Namun kebijakan ini memicu banyak kontroversi, karena BUMN yang diprivatisasi dijual ke perusahaan asing.
Di masa ini juga direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.
Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono
Kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan kontroversial pertama itu menimbulkan kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak, dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial.
Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur massal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi. Salah satunya adalah diadakannya Indonesian Infrastructure Summit pada bulan November 2006 lalu, yang mempertemukan para investor dengan kepala-kepala daerah.
Menurut Keynes, investasi merupakan faktor utama untuk menentukan kesempatan kerja. Mungkin ini mendasari kebijakan pemerintah yang selalu ditujukan untuk memberi kemudahan bagi investor, terutama investor asing, yang salahsatunya adalah revisi undang-undang ketenagakerjaan. Jika semakin banyak investasi asing di Indonesia, diharapkan jumlah kesempatan kerja juga akan bertambah.
Pada pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negri. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri masih kurang kondusif







Sistem Ekonomi Liberal ( Pasar Bebas )

Sistem ekonomi liberal / pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Ciri dari sistem ekonomi liberal / pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal.
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba.
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta).
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar.
6. Persaingan dilakukan secara bebas.
7. Peranan modal sangat vital.

Kebaikan dari sistem ekonomi liberal antara lain :
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi.
3. Munculnya persaingan untuk maju.
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar.
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.

Kelemahan dari sistem ekonomi antara lain :
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan.
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal.
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu.



Penerapan ekonomi liberal
Amerika
Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Riko, dan Suriname.
Eropa
Negara-negara penganut paham liberal yakni diantaranya adalah Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom. Negara penganut paham liberal lainnya adalah Andorra, Belarusia, Bosnia-Herzegovina, Kepulauan Faroe, Georgia, Irlandia dan San Ma
Asia
Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah Indonesia, India, Iran, Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong, Malaysia dan Singapura.
Afrika
Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru di Afrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan Afrika Selatan. Sekarang ini, kurang lebih liberalisme sudah dipahami oleh negara Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde, Côte D'Ivoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik, Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.

Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
• Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
• Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
• Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah
Kebaikan sistem ekonomi campuran
• Kebebasan berusaha
• Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
• Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran
• Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
• Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan
Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang”.
Terkait tentang Pengertian Sistem Ekonomi Campuran :
• Sejarah Singkat Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran (“Mixed economy”) merupakan panduan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialisme dan kapitalisme. Usaha penyatuan ini dilakukan untuk ...
• Sistem Ekonomi Sosialis (Sosialisme)
Ciri-ciri sistem ekonomi Sosialis Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme). - Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang individu-individu fiksi belaka. - ...
• Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut : 1) Sulit melakukan transaksi Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa ...
• Sistem Ekonomi Kapitalis (Kapitalisme)
Ciri-ciri sistem ekonomi Kapitalis : Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi. Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu. Inidividu bebas memilih ...
• Prinsip Dasar Sistem Ekonomi Sosialis
Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebasagai berikut: 1) Pemilikan Harta oleh Negara Seluruh bentuk produksi dan sumber

Selasa, 20 Maret 2012

TUGAS DASAR PEMASARAN


DEPO
ISI ULANG AIR MINUM



Lingkungan

 Lingkungan dari usaha tersebut harus yang strategis seperti:

·        Pertama untuk memilih lokasi usaha ini,kita terlebih dahulu mengecek tempat dimana kita mau mendirikan usaha tersebut,lalu kita mengecek kebersihan air di tempat itu,airnya bisa diminum atau dibuat memasak,supaya kita bisa menentukan kelangsungan usaha kita kedepannya.
·        Kemudian lingkungan yang selanjutnya lihat saingan depo isi ulang air minum lainnya ditempat dimana kita mau mendirikan usaha tersebut,kemudian pertimbangkan layak-tidaknya kita untuk mendirikan usaha tersebut  sesuai dengan jumlah penduduk yang ada disiutu.
·          Pilih tempat usaha tersebut yang bersih dan mudah jangkaun orang-orang dan jalan yang bagus.
·        pilih tempat usaha tersebut ditempat yang penduduknya rame/banyak,sehingga kita lebih gampang ,mencari pelanggannya,seperti perumahan-perumahan.




Yang menpengaruhi usaha tersebut :

·        Pelayanan yang baik kepada para pelanggan agar mereka merasa puas, seperti : membersihkan galon mereka,lalu mengantarnya secepat mungkin.
·        Menberikan pelanggan hadiah-hadiah yang menukarkan kupon airnya sesuai yang ditentukan.
·        Memomotipasi karyawan agar lebih giat mencari pelanggan-pelanggan  yang baru,seperti memberikan mereka apresiasi dengan menjajikan bonus jika mencapai target yang diinginkan.
·        Memperhatikan kebersihan dan kualitas air yang kita jual, juga kebersiahan tempat usaha kita tersebut,sehingga para pelanggan merasa puas.


Kekuatan usaha ini :

·        Lebih mudah berinteraksi dengan pelanggang
·        Kelangsungan usaha ini menjanjikan,karena manusia selalu membutuhkan air
·        Mencari bahan baku airnya yang kita jual sangatlah mudah
·        Pemasaranya lebih mudah,karena harganya lebih terjangkau oleh masyarakat.kerena tidak semahal aqua asli
·        Usaha ini setiap hari buka,jadi orang gak bakalan takut kehabisan air




Kelemahan usaha ini :

·        Cenderung kewalahan pada kejujuran karyawan
·        Seringnya galon para pelanggan jatuh dan pecah,sehingga harus diganti
·        Sering terjadi protes dari pelanggan karena kelalain karyawan dalam mengantar galonnya.


Peluang usaha ini :

·        Peluang usaha ini akan sangat menjanjikan,kerena sampai kapanpun orang pasti butuh air,yang penting manajemen usaha kita selalu baik, pelung usaha ini juga bisa menbantu orang yang perekonomiannya kurang mampu untuk minum air yang sehat.

Ancaman usaha ini :

·        Kesirikan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,seperti: pesaing-pesaing kita yang menggunakan cara apapun untuk menghancurkan usaha kita,yang tidak mau bersaing secara sehat

Selasa, 24 Januari 2012

TUGAS PENGANTAR BISNIS 1

Tumpak Naibaho
NPM : 27211198
Kelas : 1EB04

TUGAS I
SOFTSKILL

1. Pengertian Bisnis
Bisnis adalah: serangkaian usaha yang dilakukan 1 orang atau lebih individu atau kelompok dengan menawarkan barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan/laba.atau
Bisnis merupakan sebuah usaha, dimana setiap pengusaha harus siap untung & siap rugi. bisnis tidak hanya tergantung dengan modal uang. reputasi, keahlian, ilmu, sahabat & kerabat dapat menjadi modal bisnis.
Resiko Syarat mutlak daripada bisnis.
2. Perbedaan Bisnis dengan Lembaga sosial
Bisnis : Bisnis biasanya bersifat komersil, yaitu menawarkan barang dan jasa dengantujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya.
Lembaga sosial : Lembaga sosial lebih bersifat sukarela, yaitu menawarkan barang dan jasa dengan niat untuk menolong dan membantu tanpa mencari keuntungan. Biasanya lembaga sosial menawarkan jasa
3. Pengertian Tentang :
a. Perusahaanadalah : Suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses
Produksibarang atau jasa.
b. Visi Perusahaan adalah :
 Menjadi perusahaan yang senanantiasa mampu bersaing dan tumbuh berkembang dengan sehat.
 Memberikan pelayanan dan service yang memuaskan bagi pelanggan.



c. Misi Perusahaan adalah :
 Menghasilkan laba yang pantas untuk mendukung pengembangan perusahaan serta memberikan deviden yang memuaskan bagi para pemegang saham
 Memproduksi berbagai jenis kemasan / kantong yang terkait dengan kebutuhan industri dan masyarakat dengan mutu, harga dan pasokan yang berdaya saing tinggi melalui pengelolaan yang profesional demi kepuasan pelanggan.
 Memberikan penghargaan kepada para pegawai melalui pemberian kesejahteraan yang memadai, penyediaan lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman, memberikan kesempatan untuk pengembangan karier serta melakukan inovasi.
 Menjalin kemitraan kerja sama dengan pemasok dan penyalur yang saling menguntungkan.
 Memberikan perhatian yang tulus kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, dukungan pembinaan sosial dan lingkungan.

4. Lingkungan-lingkungan Perusahaan
1. Lingkungan EksternalLingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan. Lingkungan eksternal meliputi variabel-variabel di luar organisasi yang dapat berupa tekanan umum dan tren di dalam lingkungan societal ataupun faktor-faktor spesifik yang beroperasi di dalam lingkungan kerja (industri) organisasi. Variabel-variabel eksternal ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu ancaman dan peluang, Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
1. Lingkungan eksternal makro, adalah lingkungan eksternal yangberpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
• Keadaan alam: SDA, lingkungan.
• Politik dan hankam: kehidupan operasional perusahaan
sangat terpengaruh oleh politik dan hankam negara
dimana perusahaan berada menciptakan.
• Hukum Perekonomian
• Pendidikan dan kebudayaan
• Sosial dan budaya
• Kependudukan
• Hubungan internasional.
b. Lingkungan eksternal mikro, adalah lingkungan eksternal yangpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.


Contoh
• Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
• Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen
• Teknologi: yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
• Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
2. Lingkungan InternalLingkungan internal dalah faktor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasilproduksi.
Contoh :
• Tenaga kerja
• Peralatan dan mesin
• Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
• Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
• Sistem informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan
5. Bentuk-Bentuk Badan Usaha
a. PT(Perseroan Terbatas)
PT (Perseroan Terbatas) Perusahaan perseroan terbatas adalahperusahaan yang semua modalnya berbentuk saham, yang jenis peredarannya tergantung jenis saham tersebut.
 Berikut ciri-ciri Perseroan Terbatas (PT) :
• Diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun2007Didirikan oleh minimal 2 orang/pribadi hukum.
• Mempunyai minimal modal dasar (sekarang minimal modaldasar Rp. 50.000.000,-Minimal modal yang harus disetor ke Bank 25 % dari minimal modal dasar.
• Tanggung jawab terbatas dari para pemegang saham.
• Didirikan dengan Akta Notaris dan berlaku sejak disahkan oleh Menter i Kehakiman (sekarang Menteri Hukum dan HAM).
• Bertindak secara pribadi hukumMemiliki harta kekayaansendiri.
b. Firma:
• Diatur dalam pasal 15-35 KUHD
• Persekutuan perdata yang menjalankan usaha dengan nama bersama
• Tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing.
• Tanggung jawab adalahtanggung renteng (masing-masing untuk keseluruhan).
• Didirikan dengan membuat Akta Otentik (dibuat oleh para pihak)
• Pendaftaran ke Pengadilan Negeri setempat.


c. CV (Commanditaire Venotschaap)
• Diatur dalam pasal 21 KUHD
• Firma dengan sekutu aktif dan sekutu pasif
• Sekutu aktif bertanggung jawab secara keseluruhan sampai ke harta pribadi ( Operasional CV)
• Sekutu pasif bertanggung jawab hanya pada modal yang dimasukkan.



















TUGAS II

I. Strategi Belajar di Perguruan Tinggi

 Memahami sistem akademik
 Memahami lingkungan dan suasana kampus
 Memahami kekuatan dan kelemahan diri
 menetapkan dan memantapkan tujuan jangka menengah (selama kuliah) dan jangka panjang (pasca kuliah)
 merancang strategi untuk mencapai tujuan
 Menetapkan lama waktu tempuh kuliah
 Merencanakan aktivitas sebagai mahasiswa
 Gaya belajar sebagai mahasiswa
 Berhubungan baik dengan dosen
 Berinteraksi sesama mahasiswa
 Keaktifan dalam kegiatan kemahasiswaan
 Berinteraksi dengan masyarakat


II. Pengalaman Belejar di Perguruan tinggi

Pada awal kuliah sungguh semangat masih berkobar, banyak sebab, seperti faktor baru mendapatkan banyak teman di Perguruan Tinggi, Ada seseorang insan yang di sukai, ingin cepat merasakan bagaimana rasanya belajar menuntut ilmu mengunakan baju bebas, karena ketika masih di Bangku Sekolah dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas selalu mengenakan pakaian Seragam.Di Perguruan Tinggi kita diarahkan menjadi Mahasiswa yang mandiri,yang bisa menbedakan mana yang baik dan mana yang buruk,karena sewaktu masih SMA kita masih mempunyai sifat yang labil terhadap kondisi di sekitar kita.diperguruan Tinggi kita sudah dituntut menjadi diri sendiri,mengembangkan ilmu yang kita peroleh dari Dosen,untuk menanbah wawasan kita.selain itu juga belajar di perguruan Tinggi banyak mengerjakan tugas-tugas yang di berikan Dosen.pengalaman juga belajar di Perguruan Tinggi,merasakan belajar dari jam 08.30-17.30,yang tadinya kita sewaktu di SMA hanya belajar sampai setengah hari saja,belajar di Perguruan Tinggi juga menguras pikiran dan tenaga,baik di Kampus maupun di Rumah.sebab kalau di Kampus kita harus menyimak penjelasan yang di berikan Dosen dengan baik,supaya kita bisa mengerti untuk mengembangkan yang di terangin Dosen tersebut,dan setelah selesai belajar satu harian penuh di Kampus kita kembali di tuntut untuk mengerjakan tugas-tugas yang di berikan Dosen di Rumah supaya kita mendapat nilai tambahan dari Dosen tersebut.tapi yang paling mengesankan adalah diwaktujadwal Mata Kuliah kosong bisa ngumpul-ngumpul sama teman-teman di kanti,makan bersama,minum bersama,tertawa bersama.jadi semua pikiran-pikiran yang stres bisa hilang seketika.
Sekian dulu pengalamanku selama sudah masuk atau selama belajar di Perguruan tinggi.



III. Sukses Meraih Cita-Cita Sebagai Sarjana

Sukses meraih cita-cita menjadi Sarjana,terlebih dahulu Mengucapkan Syukur Kepada Allah SWT,karena BerkatNya kita Diberikan kesehatan,di Beri pikiran untuk berpikir,dan di Beri Akal untuk selalu berbuat yang baik,baik untuk diri saya maupun orang lain.dan juga Mengucapkan terimakasih sebanyak-banyak kepada Para Dosen yang selalu memberikan arahan-arahan kepada saya untuk menjadi mahasiswa yang mandiri,berpikir secara dewasa dan juga menjadi diri sendiri.dan juga terimakasih kepada teman-teman yang selalu bisa tempat share dalam mengerjakn tugas yang di berikan oleh Dosen.
Tujuan yang paling utama setelah sukses juga menjadi sarjana adalah mencari pekerjaan yang sesuai dengan tamatan dan juga sesuai dengan ilmu yang saya miliki selama kuliah.dengan tujuan menbanggakan dan menbahagiakan Orangtua saya dan orang –orang di sekitar saya.dan juga berusaha membuat lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang pengangguran,agar orang-orang terhindar dari kemiskinan.

Sabtu, 21 Januari 2012

TUGAS PENGANTAR BISNIS 4

Nama : Tumpak Naibaho
Kelas :1EB04
NMP :27211198

BAB 8
ANALISIS DAMPAK LINKUNGAN HIDUP
(AMDAL)
A. PENGERTIAN AMDAL
Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting ditelaah sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan.sudah tentu telaah yang dilakukan untuk mengetahui dampak yang di timbulkan jika suatu investasi jadi dilakukan, baik dampak negatif maupun yang berdampak positif.
Pengutamaan telaah AMDAL secara khusus adalah meliputi dampak lingkunga disekitarnya, baik di dalam usaha atau proyek maupun diluar suatu proyek yang dijalankan.
Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP NO.27 Tahun 1999 pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan.

B. DAMPAK YANG DITIMBULKAN
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa AMDAL merupakan salah satu bagian dari aspek studi kelayakan bisnis.Artinya,untuk melakukan suatu kegiatan usaha atau bisnis atau proyek,stidi mengenai AMDAL merupakan salah satu syarat keleyakan usaha tersebut.

Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya, antara lain :
1. Hutan lindung,hutan konservasi,dan cagar biosfer
2. Sumber daya manusia
3. Keanekaragaman hayati
4. Kualitas udara
5. Warisan Alam dan warisan budaya
6. Kenyaman lingkungan hidup
7. Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkunga hidup

Kemudian, komponen lingkungan hidup yang berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat di sekitar suatu rencana usaha dan/ atau kegiatan , seperti antara lain:
1. Kepemilikan dan penguasaan lahan
2. Kesempatan kerja dan usaha
3. Taraf hidup masyarakat
4. Kesehatan masyarakat

Dengan adanya kegiatan investasi atau usaha,maka komponen lingkungan hidup diatas secara otomatis akan berubah dengan menimbulnya berbagai dampak terutama dampak negatif yang sangat tidak diinginkan.
Berikut ini dampak negative yang mungkin akan timbul,jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar adalah sebagai berikut :
1. Terhadap tanah dan kehutanan
2. Ter hadap air
3. Terhadap udara
4. Terhadap manusia
Dampak yang timbul,seperti diatas perlu dicarikan alternatif penyelesaiannya.penyelesaianya harus di penuhi atau dilengkapi oleh perusahaan yang dinilai kurang layak.Adapun alternatif penyelesaianya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Terhadap tanah
2. Terhadap air
3. Terhadap udara
4. Terhadap karyawan
5. Terhadap masyarakat sekitarnya

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN STUDI AMDAL
Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu aha/atau kegiatan.
Hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan studi AMDAL sbb :
1. Mengidentifikasi semua rencana usaha dan / atau kegiatan yang akan dilaksanakan terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
2. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkunhan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting
3. Memprakirakan dan mengawasi rencana usaha dan/atau kegiatan usaha yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
4. Merumuskan RKL dan RPL
Sedangkan kegunaan dilaksanakan studi AMDAL adalah :
1. Sebagai bahan bagi perencanaan dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah
2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
3. Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan
4. Menberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan lngkungan hidup dari rencana usaha dan /atau kegiatan
5. Memberi informasi bagi masyarakan atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan

D. RONA LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup pun berbeda-beda sesuai dengan rona lingkungan yang ada.
Hal-hal yang perlu dicermati dalam rona lingkungan hidup adalah sbb:
1. Wilayah studi rencana usaha dan/atau kegiatan.
2. Kondisi kualitatif dan kuantitatif dari berbagai sumber daya alam yang ada diwilayah studi rencana usaha dan/atau kegiatan baik yang sudah dan yang akan dimamfaatkan maupun yang masih dalam bentuk potensi.
Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa di pilih untuk di telaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL.penyusun dapat menelaah komponen lingkungan hidup yang lain dari daftar contoh komponen ini,bila dianggap penting berdasarkan hasil penilaian lapangan dalam studi AMDAL ini.
Fisik kimia
Komponen fisik kimia yang penting untuk di telaah di antaranya :
1. Iklim,kualitas udara, dan kebisingan
2. Fisiografi
3. Hidrologi
4. Hidrooseanografi
5. Ruang, lahan, dan tanah

Bilogi
Komponen biologi yang penting untuk di telaah di antaranya :
1. Flora
2. Fauna
Sosial
1. Demografi
2. Ekonomi
3. Budaya
4. Kesehatan masyarakat

E. PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING
Dampak besar dan terpenting dalam studi AMDAL menurut pedoman penyusunan AMDAL hendaknya dimuat hal-hal sebagai berikut :
1. Prakiraan secara dampak usaha dan/atau kegiatan pada saat pra konstruksi,konsturksi operasi,dan pasca operasi lingkungan hidup.
2. Penentuan arti penting perubahan lingkungan hidup yang di prakirakan bagi masyarakat di wilayah studi rencana usaha dan/atau kegiatan dan pemerintahan dengan mengacu pada pedoman penentuan dampak besar dan penting.
3. Dalam melakukan telaah butir 1 dan 2 tersebut diperhatikan dampak yang bersifat langsung dan/atau tidak langsung.Dampak langsung adalah dampak yang ditimbulkan secara langsung oleh adanya usaha dan/atau kegiatan,sedangkan dampak tidak langsung adalah dampak yang timbuk sebagai akibat berubahnya suatu komponen lingkungan hidup dan/atau usaha dan kegiatan primer oleh adanya rencana-rencana usaha dan/atau kegiatan dalam kaitan ini,maka perlu diperhatikan mekanisme aliran dampak pada berbagai komponen lingkungan.
4. Mengingat usaha dan/atau kegiatan masih berada pada tahap pemilihan alternative usaha atau kegiatan(lokasi atau tekgnologi yang digunakan)sehubungan dengan AMDAL merupakan komponen dari studi kelayakan,maka telaah dilakukan untuk masing-masing alternatif.
5. Dalam melakukan analisis prakiraan dampak penting agar digunakan metode-metode formal secara matematis.penggunaan metode non formal hanya dilakukan bila mana dalam melakukan analisis tersebut tidak tersedia formula-formula matematis atau hanya dapat didekati dengan metode non formal.
F. EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING
Hasil evaluasi mengenai hasil telaahan dampak besar dan penting dari rencana usaha dan /atau kegiatan ini selanjutnya menjadi masukan bagi instansi yang bertanggung jawab untuk memutuskan kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud dalam PP No.27 Tahun 1999.
1. Talaahan terhadap dampak besar dan penting
2. Telaahan sebagai dasar pengelola
G. RUANG LINGKUP STUDI DAN METODE ANALISIS DATA
Ruang lingkup studi meliputi dampak besar penting yang ditelaah, yakni :
1. Rencana usaha dan/atau kegiatan penyebab dampak,terutama komponen langsung yang berkaitan dengan dampak yang ditimbulkannya.
2. Kondisi rona lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan terutama komponen langsung yang terkena dampak yang ditimbulkannya.
3. Jenis-jenis kegiatan yang ada di sekitar rencana lokasi beserta dampak-dampak yang ditimbulkannya terhadap lingkungan hidup.
4. Aspek-aspek yang diteliti sebagaimana yang dimaksud pada butir-butir 1,2,3,4 mengacu pada hasil pelingkupan yang tertuang dalam dokumen kerangka acuan AMDAL.
Identitas pemrakarsa dan penyusun AMDAL
Identitas pemrakarsa dan penyusun AMDAL terdiri :
1. Pemrakarsa
a. Nama dan alamat lengkap instansi/perusahaan sebagai pemrakarsa rencana usaha dan/atau kegiatan.
b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab pelaksana rencana usaha dan/atau kegiatan.
2. Penyusun AMDAL
a. Nama dan alamt lengkap lembaga/perusahaan disertai dengan kualifikasi dan rajukan.
b. Nama dan alamat lengkap penanggung jawab penyusun AMDAL.
Wilayah studi
Lingkup wilayah studi mencakup pada penetapan wilayah studi yang digariskan dalam cuan untuk AMDAL dan hasil pengamatan di lapangan.Batas wilayah studi AMDAL dimaksud digambarkan pada peta dengan skala yang memadai.
Pelingkupan wilayah studi
Lingkup wilayah studi AMDAL ditetapkan berdasarkan pertimbangan batas-batas ruang,sbb:
1. Batas proyek
2. Batas ekologis
3. Batas social
4. Batas administrative
5. Batas ruang lingkup studi AMDAL

Metode pengumpulan dan analisis data
Perlunya dilakukan metode pengumpulan dan analisis data yang ilmiah dengan pertimbangan mengingat studi AMDAL merupakan telaahan mendalam atas dampak besar dan penting usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup.
1. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer maupun skunder harus bersifat sahih dan dapat dipercaya (reliable) yang diperoleh melalui metode atau alat yang bersifat sahih.
2. Metode pengumpulan data, metode analisis atau alat yang digunakan,serta lokasi pengumpulan data berbagai komponen lingkungan hidup yang diteliti.lokasi pengumpulan data agar dicantumkan pada peta dengan skala memadai.
3. Pengumpulan data dan informasi untuk demografi social ekonomi,sosial budaya, pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat menggunakan kombinasi dari tiga atau lebih metode agar diperoleh data yang realibitasnya tinggi.

H. SISTEMATIKA PENYUSUNAN DOKUMEN AMDAL
Analisis dampak lingkungan Hidup (AMDAL) perlu disusun secara sistamatis,sehingga dapat :
1. Langsung mengemukakan masukan penting yang bermamfaat bagi pengambilan keputusan ,perencanaan,dan pengelolaan rencana usaha dan/atau kegiatan.
2. Mudah dipahami isinya oleh semua pihak termasuk masyarakat,bila dipandang masyarakat,dan mudah disarikan isinya pembuatan dalam media yang selama menyusun AMDAL.
3. Membuat uraian singkat tentang :
a. Rencana usaha dan/atau kegiatan dengan berbagai kemungkinan dampak besar dan pentingnya, baik pada tahap prakonstruksi,konstruksi,operasi,maupun pasca- operasi.
b. Keterangan mengenai kemungkinan adanya kesenjangan data informasi serta berbagai kekurangan dan keterbatasan yang dihadapi selama menyusun AMDAL.
c. Hal ini dipandang sangat perlu untuk melengkapi ringkasan.
I. KEGUNAAN DAN KEPERLUAN RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
Kegunaan dan keperluan mengapa rencana usaha dan/atau kegiatan harus dilaksanakan baik ditinjau dari segi kepentingan pemrakarsa maupun dari segi menunjang program pembangunan.
1. Penentuan batas-batas lahan yang lansung digunakan oleh rencana usaha dan/atau kegiatan harus dinyatakan dengan peta.
2. Hubungan antara lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan dengan jarak dan tersedianya sumber daya air dan energy,sumber daya alam hayati,dan sumber daya alam non hayati serta sumber daya alam manusia.
3. Alternatif usaha dan/atau kegiatan berdasarkan hasil studi kelayakan.
4. Tata letak usaha dan/atau kegitan dilengkapi dengan peta.
5. Tahap pelaksanaan usaha dan/atau kegiatan tahap prakonstrusi,konstruksi,jangka waktu masa operasi,hingga rencana waktu pasca-operasi.
a. Tahap prakonstruksi/persiapan
b. Tahap konstruksi
c. Tahap operasi
d. Tahap pasca operassi











“MENJADI MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI”



 Alasan memilih akuntansi

Alasan saya memilih jurusan akuntansi adalah yang pertama karena saya kepingin bekerja dikantoran dan juga pingin jadi accounting di suatu perusahaan. Dan alas an kedua adalah kerena jurusan akuntasi lebih gampang mencari pekerjaan,jurusan akuntansi juga menjanjikan untuk masa depan kita,baik bekerja diperusahaan maupun diusaha kita sendiri.Dalam pelajaran akuntansi juga kita dapat mempelajari cara meminimalisir pengeluaran kita dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perusahaan.ilmu akuntansi juga bisa kita pergunakan diamanpun kita berada,jurusan akuntansi juga lebih dominan untuk menciptakan lapangan pekerjaan,seperti membuka usaha kecil-kecilan maupun perusahaan besar.dalam akuntansi tidak ada kata pengangguran yang penting ada selalu kemauan dalam diri kita,sebab pekerjaan seorang akuntansi adalah paling banyak disuatu perusahaan manapun,baik bertaraf internasional maupun bertaraf nasional.jadi akuntansi best of the best menurut saya.

 Aktivitas di kampus

Aktivitas dikampus adalah yang pertama adalah belajar,menerima pembelajaran dari para dosen yang diselingi dengan kerja kelompok dengan teman-teman yang lainnya,setiap tugas yang diberikan para dosen yang berbau kelompok, kita selalu mengerjakannya dengan teman-teman yang lainnya.dan kegiatan lainnya Shalat berjama’ah dengan teman-teman yang lainnya di mesjid waktunya Shalat tiba.dan setelah itu kita m makan bareng dengan teman-teman di kantin sambil bercanda-canda dengan teman-teman.


 Kesulitan-kesulitan yang dialami/dihadapi

Kesulitan yang saya alami adalah yang pertama cara belajarnya didalam maupun diluar kampus,karena menurut saya jauh berbeda dengan cara belajarnya sewaktu SMU maupun SMK,karena sewaktu SMA kita belajarnya lebih mudah mengerti karena mungkin dalam seminggu kita bisa 2 sampai 3 kali bertemu dengan gurunya,jadi yang mana kita yang gak bisa mengerti bisa dibahas sama-sama dengan gurunya kembali.bedanya dikuliah ini kita hanya satu kali pertemuan dengan para dosen dalam seminggu,sehingga pelajaran yang kita tidak mengerti harus dikembangkan sendiri maupu berkelempok denga teman yang lainya.kesulitan yang lainnya adalah cara bersosialisasi dengan para Dosen,karena minimnya waktu jumpanya dengan para Dosen tersebut,karena kita bertemunya sekali seminggu,jadi waktu yang singkat itu kurang untuk lebih dekat lagi dengan Dosenya.

 Obsesi setelah lulus

Obsesi saya setelah lulus adalah yang pertama yang pastinya mencari pekerjaan yang terbaik bagi diri sendiri sesuai dengan tamatan yang kita miliki,dan juga menatap masa depan untuk yang lebih baik lagi,dan juga tidak menyia-nyiakan tamatan saya seorang sarjana.dan juga kepingin jadi orang yang sukses dan berguna baik pada diri sendiri,keluaraga,orang lain maupun terhadap Negara.

TUGAS PENGANTAR BISNIS 4